Template Jurnal Sinta 1, 2, 3, dan 4 (Unduh Gratis)

Kalau kamu sedang mencari template jurnal Sinta, ada satu hal yang perlu diluruskan lebih dulu: tidak ada satu berkas template resmi yang berlaku untuk seluruh jurnal terakreditasi Sinta. Setiap jurnal menyusun templatenya sendiri dan membagikannya secara gratis lewat situs resmi masing-masing. Jadi yang kamu butuhkan bukan mengunduh satu berkas universal, melainkan tahu cara menemukan template jurnal yang benar-benar kamu tuju.

Halaman ini membahas fungsi template jurnal, alasan kenapa pembahasannya kini berhenti di peringkat 4, langkah mengunduh templatenya tanpa biaya, sampai kaitannya dengan angka kredit yang sering dicari dosen.

Template Jurnal Sinta Itu Sebenarnya untuk Apa

Template jurnal adalah berkas dokumen yang sudah diatur formatnya oleh pengelola jurnal, biasanya dalam bentuk Word atau LaTeX, yang menjadi wadah naskahmu sebelum dikirim. Fungsinya bukan sekadar mempercantik tampilan, melainkan menyangkut beberapa hal berikut.

1
Menyeragamkan Tata Letak Naskah
Margin, ukuran font, spasi, penomoran heading, sampai posisi tabel dan gambar sudah ditetapkan sejak awal, sehingga seluruh artikel dalam satu terbitan tampil konsisten.
2
Mempercepat Tahap Desk Review
Editor menyaring naskah masuk sebelum diteruskan ke reviewer. Naskah yang formatnya sudah sesuai template lebih cepat lolos tahap ini dibanding naskah yang harus dikembalikan dulu untuk dirapikan.
3
Menunjukkan Struktur yang Diharapkan Jurnal
Template biasanya sudah memuat kerangka bagian seperti Pendahuluan, Metode, Hasil dan Pembahasan, sampai Daftar Pustaka, lengkap dengan contoh gaya sitasi yang dipakai jurnal tersebut.
4
Menjadi Bagian dari Standar Tata Kelola Jurnal
Konsistensi penampilan artikel termasuk aspek yang dinilai saat jurnal mengajukan akreditasi, sehingga pengelola jurnal berkepentingan memastikan seluruh penulis memakai template yang sama.

Perlu ditegaskan, memakai template dengan benar tidak membuat naskahmu otomatis diterima. Template mengurus bentuk, sedangkan yang dinilai reviewer tetap substansi penelitianmu. Yang pasti, format yang berantakan bisa membuat naskah bagus sekalipun tertahan lebih lama di tahap administrasi.

Kenapa Sekarang Hanya Ada Peringkat Sinta 1 Sampai 4

Banyak panduan lama masih menyebut Sinta 1 sampai Sinta 6. Penyebutan itu sudah tidak lagi sesuai dengan aturan yang berlaku sekarang. Pemerintah menyederhanakan jenjang akreditasi jurnal nasional dari enam peringkat menjadi empat peringkat melalui Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah.

Peraturan tersebut ditetapkan pada 29 Juni 2026 dan diundangkan pada 7 Juli 2026 dalam Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2026 Nomor 453. Aturan ini sekaligus mencabut Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018 yang sebelumnya menjadi dasar akreditasi jurnal nasional. Dengan begitu, jurnal yang dinyatakan terakreditasi kini hanya memperoleh peringkat 1 sampai peringkat 4, sementara jurnal yang tidak memenuhi standar minimal berstatus tidak terakreditasi.

⚠️ Jurnal Sinta 5 dan 6 tidak langsung hangus. Ketentuan peralihan pada Pasal 16 menyatakan bahwa akreditasi yang sudah ditetapkan sebelum peraturan ini berlaku tetap sah sampai masa berlakunya berakhir. Artinya, artikel yang sudah terbit di jurnal peringkat 5 atau 6 tetap diakui selama akreditasi jurnal tersebut masih aktif. Yang berubah adalah peringkat yang bisa diperoleh saat jurnal mengajukan akreditasi berikutnya.

Konsekuensinya untuk penulis cukup jelas. Kalau kamu sedang memilih jurnal tujuan untuk publikasi berikutnya, peringkat 4 kini menjadi lapisan terbawah dari jurnal terakreditasi. Perlu diingat juga bahwa masa berlaku akreditasi adalah lima tahun, dan pengelola jurnal wajib mengajukan akreditasi ulang paling lambat enam bulan sebelum masa berlakunya habis. Jurnal yang melewatkan kewajiban ini akan berstatus tidak terakreditasi ketika masa berlakunya berakhir.

Contoh Template Jurnal Sinta yang Bisa Kamu Unduh

Supaya kamu tidak memulai dari halaman kosong, kami menyiapkan satu berkas contoh template yang bisa langsung diunduh dan dipakai sebagai kerangka awal saat menulis. Berkas ini disusun mengikuti pola yang paling umum dipakai jurnal nasional terakreditasi, lengkap dengan keterangan pengisian di setiap bagian.

Template Artikel Jurnal Nasional Terakreditasi Sinta
Contoh format umum untuk naskah yang ditujukan ke jurnal peringkat Sinta 1 sampai 4
Isi berkas:
  • Halaman judul, penulis, afiliasi, dan penulis korespondensi
  • Abstrak Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris beserta kata kunci
  • Kerangka Pendahuluan, Metode Penelitian, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan
  • Contoh format tabel beserta sumber, dan keterangan gambar
  • Ucapan terima kasih dan contoh daftar pustaka gaya APA edisi ke-7
  • Keterangan pengisian di tiap bagian, tinggal dihapus setelah naskahmu selesai
Format Microsoft Word (.docx)Halaman 4Kertas A4, margin 2,5 cmHuruf Times New Roman 12 pt

⬇️ Unduh Template Gratis

Gratis, tanpa perlu mendaftar atau mengisi data apa pun

Cara memakainya sederhana. Tulis naskahmu langsung di dalam berkas tersebut sejak awal, jangan menyalin naskah yang sudah jadi ke dalamnya di menit terakhir. Setelah selesai, hapus seluruh keterangan dalam kurung siku beserta halaman pengantarnya, lalu simpan dengan nama berkas sesuai ketentuan jurnal tujuan.

Setelah Diunduh, Cocokkan dengan Template Resmi Jurnal Tujuan

Berkas di atas adalah contoh format umum, bukan template resmi milik jurnal tertentu. Setiap jurnal punya gaya selingkung sendiri, terutama soal gaya sitasi, posisi judul tabel, dan susunan metadata penulis. Karena itu, langkah berikutnya tetap perlu dilakukan.

Cari jurnal tujuanmu di laman Journals pada portal Sinta menggunakan nama jurnal atau nomor ISSN, periksa peringkat serta masa berlaku akreditasinya, lalu buka situs resmi jurnal lewat tautan yang tercantum di profilnya. Template resmi mereka umumnya diletakkan di menu Author Guidelines, Submissions, atau Template. Kalau ada ketentuan yang berbeda dengan berkas contoh ini, ikuti ketentuan jurnal tersebut.

Untuk memverifikasi nomor surat keputusan akreditasi beserta riwayatnya, datanya bisa dicek lewat portal ARJUNA yang menjadi sistem penilaian akreditasi jurnal nasional. Sementara gambaran menyeluruh soal tahapan setelah naskahmu siap dikirim ada di panduan cara publikasi jurnal Sinta.

🔒 Waspadai template berbayar. Template jurnal disediakan cuma-cuma oleh pengelola jurnal sebagai bagian dari panduan penulis. Kalau ada pihak yang menawarkan berkas template jurnal Sinta dengan tarif tertentu, kemungkinan besar yang dijual sebenarnya jasa penyesuaian format naskah, bukan berkas templatenya.

Bagian Naskah yang Diatur di Dalam Template

Isi template berbeda antar jurnal, tapi umumnya mencakup ketentuan berikut. Memeriksanya satu per satu sebelum mengirim naskah bisa menghemat satu putaran revisi administratif.

Bagian Yang Biasanya Ditentukan
Halaman dan huruf Ukuran kertas, margin, jenis dan ukuran huruf, jarak antar baris, serta format satu atau dua kolom
Judul dan identitas penulis Batas jumlah kata judul, urutan penulis, penulisan afiliasi, dan penanda penulis korespondensi
Abstrak dan kata kunci Batas jumlah kata, bahasa yang dipakai, dan jumlah kata kunci yang diminta
Struktur isi Urutan bagian utama beserta gaya penomoran heading dan subheading
Tabel dan gambar Posisi judul tabel, keterangan gambar, penomoran, dan resolusi minimum berkas gambar
Sitasi dan daftar pustaka Gaya sitasi yang dipakai, jumlah minimum rujukan, serta anjuran memakai aplikasi manajemen referensi
Kelengkapan tambahan Pernyataan pendanaan, ucapan terima kasih, kontribusi penulis, dan pernyataan konflik kepentingan

Apakah Template Sinta 1 Berbeda dengan Sinta 4

Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Berkas templatenya sendiri sering terlihat serupa karena sama-sama mengatur hal teknis yang mirip. Yang membedakan justru tuntutan yang menyertainya.

Yang Umumnya Sama di Semua Peringkat
  • Struktur besar naskah tetap mengikuti pola Pendahuluan, Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan
  • Berkas template sama-sama disediakan gratis oleh pengelola jurnal
  • Sama-sama menuntut kelengkapan abstrak, kata kunci, dan daftar pustaka yang rapi
  • Sama-sama mewajibkan naskah orisinal dan lolos pemeriksaan kemiripan
Yang Cenderung Berbeda Menurut Peringkat
  • Bahasa naskah: peringkat atas lebih sering mewajibkan Bahasa Inggris penuh
  • Kedalaman tinjauan pustaka dan jumlah rujukan yang diharapkan
  • Ketatnya proses telaah sejawat dan asal reviewer yang dilibatkan
  • Kelengkapan metadata seperti DOI, ORCID penulis, dan pernyataan konflik kepentingan

Jadi kalau kamu menaikkan target dari jurnal peringkat 4 ke peringkat 2, yang perlu disiapkan bukan sekadar mengganti berkas template, melainkan menyesuaikan mutu naskah dan kelengkapan pendukungnya.

Pendampingan Publikasi Jurnal Sinta 1, 2, 3, dan 4

Bayangkan nama kamu tercantum sebagai penulis di jurnal nasional terakreditasi Sinta tahun ini juga ✨

Program Pendampingan Publikasi Jurnal Sinta 1, 2, 3, dan 4 hadir untuk mewujudkannya.

Dalam 2 sampai 3 minggu, kamu sudah bisa memegang Letter of Acceptance dari jurnal terakreditasi ARJUNA. Artinya, tahun ini kamu bisa:

🎓 Menambah poin BKD dan mempercepat kenaikan Jabfung
🎓 Melengkapi syarat yudisium dan kelulusan S1 S2
🎓 Memperkuat portofolio untuk hibah riset dan IKU kampus

Dan kamu tidak berjalan sendiri. Naskahmu didampingi penuh:

Fast Track
Proses dipercepat untuk kebutuhan LOA mendesak
🌐 Peer Review 5 Negara
Naskah ditinjau reviewer profesional lintas negara
📝 Proofread dan Template
Bahasa dirapikan dan format disesuaikan template jurnal
📋 Mendeley dan Turnitin Check
Sitasi dirapikan, similarity dipastikan aman

Revisi pun cukup minor karena naskah sudah dirapikan sejak awal.

Bonus: E-Certificate dan indeksasi di EBSCO, Index Copernicus, Google Scholar, Dimensions, dan GARUDA yang membuat karyamu mudah ditemukan dan disitasi.

Semua bidang ilmu diterima. Mulai langkah publikasimu hari ini 👇

Daftar Pendampingan Publikasi Sekarang

Nilai KUM Jurnal Sinta dan Kaitannya dengan Pilihan Jurnal

Pertanyaan yang hampir selalu menyusul setelah soal template adalah berapa nilai KUM yang didapat dari publikasi di jurnal Sinta. Istilah KUM di lingkungan dosen merujuk pada angka kredit kumulatif, yaitu akumulasi poin dari pelaksanaan tridarma yang menjadi dasar pengusulan kenaikan jabatan akademik.

Tabel angka kredit yang paling sering dikutip berasal dari pedoman tahun 2019, dengan rincian sebagai berikut.

Kategori Publikasi Angka Kredit Paling Tinggi
Jurnal internasional bereputasi 40
Jurnal internasional 30
Jurnal internasional terindeks di luar dua kategori di atas 20
Jurnal nasional terakreditasi peringkat 1 dan 2 25
Jurnal nasional berbahasa resmi PBB dan terindeks basis data yang diakui 20
Jurnal nasional terakreditasi peringkat 3 dan 4 20
Jurnal nasional terakreditasi peringkat 5 dan 6 15
Jurnal nasional lainnya 10
📜 Tabel Angka Kredit Itu Berasal dari Aturan Lama

Tabel di atas berasal dari Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit (PO PAK) 2019, dan sampai sekarang masih paling banyak beredar di internet. Perlu diketahui bahwa pedoman penilaian karier dosen sudah beberapa kali diperbarui sejak itu.

Acuan yang berlaku sekarang adalah Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 dengan petunjuk teknis pada Kepmendiktisaintek Nomor 39/M/KEP/2026, yang menggantikan Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/KEP/2025. Dalam skema ini angka kredit tidak lagi dihitung semata dari daftar butir kegiatan, melainkan dari gabungan AK Konversi yang berasal dari penilaian SKP dan AK Prestasi yang berasal dari kegiatan penelitian, lalu diakumulasikan menjadi AK Kumulatif.

Karena itu, jangan menjadikan tabel lama sebagai satu-satunya dasar perhitungan. Selalu konfirmasi ke pengelola jabatan fungsional di kampusmu untuk skema yang sedang dipakai pada periode pengusulanmu.

Ada hal yang sering luput diperhatikan ketika orang hanya mengejar angka. Dalam skema sekarang, yang lebih menentukan kenaikan jabatan bukan semata besar poinnya, melainkan syarat khusus berupa peringkat minimum jurnal tempat artikelmu terbit. Berikut gambarannya berdasarkan petunjuk teknis yang berlaku.

1
Lektor
Memiliki minimal satu artikel di jurnal nasional terakreditasi minimal peringkat 4 sebagai penulis pertama, atau di jurnal internasional bereputasi minimal Q4 dengan SJR di atas 0,1 atau Impact Factor di atas 0,05.
2
Lektor Kepala
Memiliki karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi peringkat 1 atau peringkat 2 sebagai penulis pertama, atau di jurnal internasional yang terindeks lembaga pengindeks internasional bereputasi.
3
Profesor
Memiliki publikasi di jurnal internasional bereputasi minimal Q3 dengan SJR di atas 0,2 atau Impact Factor di atas 0,05, atau di jurnal nasional terakreditasi peringkat 1, ditambah syarat khusus tambahan yang ditetapkan Kementerian.

Selain peringkat jurnal, petunjuk teknis terbaru juga menetapkan kriteria tambahan untuk publikasi yang dipakai sebagai syarat khusus. Artikel tersebut harus merupakan hasil kolaborasi dan bukan karya penulis tunggal, bukan publikasi yang berasal dari tesis maupun disertasi milik pengusul sendiri atau milik mahasiswa bimbingannya, memiliki kebaruan, serta tidak diterbitkan oleh perguruan tinggi asal pengusul.

Kaitannya dengan template menjadi jelas di sini. Menentukan jurnal tujuan sebaiknya dimulai dari target kariermu, bukan dari kemudahan lolosnya. Setelah jurnal tujuan ditetapkan, barulah kamu mengunduh templatenya dan menyesuaikan naskah sejak awal penulisan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memakai Template

Beberapa kekeliruan berikut sering membuat naskah dikembalikan editor sebelum sempat dinilai reviewer, padahal semuanya bisa dihindari.

1
Mengetik Ulang Naskah ke Dalam Template di Menit Terakhir
Menyalin naskah yang sudah jadi ke dalam template sering membuat penomoran heading, format tabel, dan gaya sitasi berantakan. Lebih aman menulis langsung di dalam template sejak awal.
2
Lupa Menghapus Teks Petunjuk Bawaan Template
Banyak template memuat kalimat contoh atau keterangan dalam kurung siku sebagai panduan penulis. Kalimat semacam ini sering ikut terkirim dan langsung terlihat oleh editor saat desk review.
3
Mengubah Margin, Font, atau Spasi Sesuai Selera Sendiri
Perubahan kecil seperti mengganti jenis huruf atau merapatkan spasi agar naskah terlihat lebih ringkas justru membuat naskah keluar dari standar yang ditetapkan jurnal.
4
Memakai Template dari Jurnal Lain yang Dianggap Mirip
Dua jurnal dengan peringkat sama belum tentu memakai gaya sitasi atau tata letak yang sama. Selalu unduh template langsung dari jurnal yang kamu tuju.
5
Tidak Menyesuaikan Ulang Format Setelah Revisi
Setelah menerima catatan reviewer dan menambah bagian baru, penomoran tabel, gambar, dan daftar pustaka perlu diperiksa kembali sebelum naskah dikirim ulang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ada satu template resmi dari Kementerian yang berlaku untuk semua jurnal Sinta?
Tidak ada. Kementerian mengatur standar akreditasi dan tata kelola jurnal, bukan menerbitkan berkas template naskah. Setiap pengelola jurnal menyusun sendiri templatenya sesuai gaya selingkung masing-masing.
Kenapa template yang saya unduh tidak sama dengan artikel yang sudah terbit di jurnal itu?
Kemungkinan besar template tersebut sudah diperbarui, atau artikel yang kamu lihat terbit sebelum pembaruan. Kalau ragu, tanyakan langsung ke pengelola jurnal lewat kontak yang tercantum di laman resminya.
Naskah saya sudah terbit di jurnal Sinta 5, apakah masih dihitung setelah aturan baru berlaku?
Berdasarkan ketentuan peralihan pada Pasal 16 Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026, akreditasi yang sudah ditetapkan tetap berlaku sampai masa berlakunya berakhir, sehingga artikel yang terbit selama periode tersebut tetap diakui.
Apakah template tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris?
Tergantung kebijakan jurnal. Sebagian menyediakan dua versi, sebagian hanya satu versi sesuai bahasa pengantar yang mereka pakai. Informasi ini biasanya tercantum di author guidelines.
Apakah memakai template menjamin naskah saya diterima?
Tidak. Template hanya memastikan naskahmu memenuhi ketentuan format sehingga lebih mulus melewati tahap administrasi. Keputusan diterima atau ditolak tetap ditentukan hasil telaah sejawat terhadap substansi penelitianmu.

Kesimpulan

Template jurnal Sinta bukan satu berkas tunggal yang bisa dipakai ke mana saja, melainkan dokumen yang disediakan gratis oleh masing-masing jurnal lewat situs resminya. Sejak Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 berlaku, jenjang akreditasi jurnal nasional disederhanakan menjadi peringkat 1 sampai 4, sehingga pembahasan template pun mengikuti kerangka tersebut.

Langkah paling aman tetap sama: tentukan jurnal tujuan sesuai target akademikmu, verifikasi status akreditasinya lewat portal resmi, unduh templatenya langsung dari situs jurnal tersebut, lalu tulis naskahmu di dalam template itu sejak awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CV INTERNATIONAL JOURNAL LABS Partner yang siap melayani setiap saat untuk mensukseskan karir anda.