Kalau kamu sedang mencari template jurnal Sinta, ada satu hal yang perlu diluruskan lebih dulu: tidak ada satu berkas template resmi yang berlaku untuk seluruh jurnal terakreditasi Sinta. Setiap jurnal menyusun templatenya sendiri dan membagikannya secara gratis lewat situs resmi masing-masing. Jadi yang kamu butuhkan bukan mengunduh satu berkas universal, melainkan tahu cara menemukan template jurnal yang benar-benar kamu tuju.
Halaman ini membahas fungsi template jurnal, alasan kenapa pembahasannya kini berhenti di peringkat 4, langkah mengunduh templatenya tanpa biaya, sampai kaitannya dengan angka kredit yang sering dicari dosen.
Table of Contents
ToggleTemplate jurnal adalah berkas dokumen yang sudah diatur formatnya oleh pengelola jurnal, biasanya dalam bentuk Word atau LaTeX, yang menjadi wadah naskahmu sebelum dikirim. Fungsinya bukan sekadar mempercantik tampilan, melainkan menyangkut beberapa hal berikut.
Perlu ditegaskan, memakai template dengan benar tidak membuat naskahmu otomatis diterima. Template mengurus bentuk, sedangkan yang dinilai reviewer tetap substansi penelitianmu. Yang pasti, format yang berantakan bisa membuat naskah bagus sekalipun tertahan lebih lama di tahap administrasi.
Banyak panduan lama masih menyebut Sinta 1 sampai Sinta 6. Penyebutan itu sudah tidak lagi sesuai dengan aturan yang berlaku sekarang. Pemerintah menyederhanakan jenjang akreditasi jurnal nasional dari enam peringkat menjadi empat peringkat melalui Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah.
Peraturan tersebut ditetapkan pada 29 Juni 2026 dan diundangkan pada 7 Juli 2026 dalam Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2026 Nomor 453. Aturan ini sekaligus mencabut Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018 yang sebelumnya menjadi dasar akreditasi jurnal nasional. Dengan begitu, jurnal yang dinyatakan terakreditasi kini hanya memperoleh peringkat 1 sampai peringkat 4, sementara jurnal yang tidak memenuhi standar minimal berstatus tidak terakreditasi.
Konsekuensinya untuk penulis cukup jelas. Kalau kamu sedang memilih jurnal tujuan untuk publikasi berikutnya, peringkat 4 kini menjadi lapisan terbawah dari jurnal terakreditasi. Perlu diingat juga bahwa masa berlaku akreditasi adalah lima tahun, dan pengelola jurnal wajib mengajukan akreditasi ulang paling lambat enam bulan sebelum masa berlakunya habis. Jurnal yang melewatkan kewajiban ini akan berstatus tidak terakreditasi ketika masa berlakunya berakhir.
Supaya kamu tidak memulai dari halaman kosong, kami menyiapkan satu berkas contoh template yang bisa langsung diunduh dan dipakai sebagai kerangka awal saat menulis. Berkas ini disusun mengikuti pola yang paling umum dipakai jurnal nasional terakreditasi, lengkap dengan keterangan pengisian di setiap bagian.
Gratis, tanpa perlu mendaftar atau mengisi data apa pun
Cara memakainya sederhana. Tulis naskahmu langsung di dalam berkas tersebut sejak awal, jangan menyalin naskah yang sudah jadi ke dalamnya di menit terakhir. Setelah selesai, hapus seluruh keterangan dalam kurung siku beserta halaman pengantarnya, lalu simpan dengan nama berkas sesuai ketentuan jurnal tujuan.
Berkas di atas adalah contoh format umum, bukan template resmi milik jurnal tertentu. Setiap jurnal punya gaya selingkung sendiri, terutama soal gaya sitasi, posisi judul tabel, dan susunan metadata penulis. Karena itu, langkah berikutnya tetap perlu dilakukan.
Cari jurnal tujuanmu di laman Journals pada portal Sinta menggunakan nama jurnal atau nomor ISSN, periksa peringkat serta masa berlaku akreditasinya, lalu buka situs resmi jurnal lewat tautan yang tercantum di profilnya. Template resmi mereka umumnya diletakkan di menu Author Guidelines, Submissions, atau Template. Kalau ada ketentuan yang berbeda dengan berkas contoh ini, ikuti ketentuan jurnal tersebut.
Untuk memverifikasi nomor surat keputusan akreditasi beserta riwayatnya, datanya bisa dicek lewat portal ARJUNA yang menjadi sistem penilaian akreditasi jurnal nasional. Sementara gambaran menyeluruh soal tahapan setelah naskahmu siap dikirim ada di panduan cara publikasi jurnal Sinta.
Isi template berbeda antar jurnal, tapi umumnya mencakup ketentuan berikut. Memeriksanya satu per satu sebelum mengirim naskah bisa menghemat satu putaran revisi administratif.
| Bagian | Yang Biasanya Ditentukan |
|---|---|
| Halaman dan huruf | Ukuran kertas, margin, jenis dan ukuran huruf, jarak antar baris, serta format satu atau dua kolom |
| Judul dan identitas penulis | Batas jumlah kata judul, urutan penulis, penulisan afiliasi, dan penanda penulis korespondensi |
| Abstrak dan kata kunci | Batas jumlah kata, bahasa yang dipakai, dan jumlah kata kunci yang diminta |
| Struktur isi | Urutan bagian utama beserta gaya penomoran heading dan subheading |
| Tabel dan gambar | Posisi judul tabel, keterangan gambar, penomoran, dan resolusi minimum berkas gambar |
| Sitasi dan daftar pustaka | Gaya sitasi yang dipakai, jumlah minimum rujukan, serta anjuran memakai aplikasi manajemen referensi |
| Kelengkapan tambahan | Pernyataan pendanaan, ucapan terima kasih, kontribusi penulis, dan pernyataan konflik kepentingan |
Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Berkas templatenya sendiri sering terlihat serupa karena sama-sama mengatur hal teknis yang mirip. Yang membedakan justru tuntutan yang menyertainya.
Jadi kalau kamu menaikkan target dari jurnal peringkat 4 ke peringkat 2, yang perlu disiapkan bukan sekadar mengganti berkas template, melainkan menyesuaikan mutu naskah dan kelengkapan pendukungnya.
Bayangkan nama kamu tercantum sebagai penulis di jurnal nasional terakreditasi Sinta tahun ini juga ✨
Program Pendampingan Publikasi Jurnal Sinta 1, 2, 3, dan 4 hadir untuk mewujudkannya.
Dalam 2 sampai 3 minggu, kamu sudah bisa memegang Letter of Acceptance dari jurnal terakreditasi ARJUNA. Artinya, tahun ini kamu bisa:
🎓 Menambah poin BKD dan mempercepat kenaikan Jabfung
🎓 Melengkapi syarat yudisium dan kelulusan S1 S2
🎓 Memperkuat portofolio untuk hibah riset dan IKU kampus
Dan kamu tidak berjalan sendiri. Naskahmu didampingi penuh:
| ⚡ Fast Track Proses dipercepat untuk kebutuhan LOA mendesak |
🌐 Peer Review 5 Negara Naskah ditinjau reviewer profesional lintas negara |
| 📝 Proofread dan Template Bahasa dirapikan dan format disesuaikan template jurnal |
📋 Mendeley dan Turnitin Check Sitasi dirapikan, similarity dipastikan aman |
Revisi pun cukup minor karena naskah sudah dirapikan sejak awal.
Bonus: E-Certificate dan indeksasi di EBSCO, Index Copernicus, Google Scholar, Dimensions, dan GARUDA yang membuat karyamu mudah ditemukan dan disitasi.
Semua bidang ilmu diterima. Mulai langkah publikasimu hari ini 👇
Pertanyaan yang hampir selalu menyusul setelah soal template adalah berapa nilai KUM yang didapat dari publikasi di jurnal Sinta. Istilah KUM di lingkungan dosen merujuk pada angka kredit kumulatif, yaitu akumulasi poin dari pelaksanaan tridarma yang menjadi dasar pengusulan kenaikan jabatan akademik.
Tabel angka kredit yang paling sering dikutip berasal dari pedoman tahun 2019, dengan rincian sebagai berikut.
| Kategori Publikasi | Angka Kredit Paling Tinggi |
|---|---|
| Jurnal internasional bereputasi | 40 |
| Jurnal internasional | 30 |
| Jurnal internasional terindeks di luar dua kategori di atas | 20 |
| Jurnal nasional terakreditasi peringkat 1 dan 2 | 25 |
| Jurnal nasional berbahasa resmi PBB dan terindeks basis data yang diakui | 20 |
| Jurnal nasional terakreditasi peringkat 3 dan 4 | 20 |
| Jurnal nasional terakreditasi peringkat 5 dan 6 | 15 |
| Jurnal nasional lainnya | 10 |
Tabel di atas berasal dari Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit (PO PAK) 2019, dan sampai sekarang masih paling banyak beredar di internet. Perlu diketahui bahwa pedoman penilaian karier dosen sudah beberapa kali diperbarui sejak itu.
Acuan yang berlaku sekarang adalah Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 dengan petunjuk teknis pada Kepmendiktisaintek Nomor 39/M/KEP/2026, yang menggantikan Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/KEP/2025. Dalam skema ini angka kredit tidak lagi dihitung semata dari daftar butir kegiatan, melainkan dari gabungan AK Konversi yang berasal dari penilaian SKP dan AK Prestasi yang berasal dari kegiatan penelitian, lalu diakumulasikan menjadi AK Kumulatif.
Karena itu, jangan menjadikan tabel lama sebagai satu-satunya dasar perhitungan. Selalu konfirmasi ke pengelola jabatan fungsional di kampusmu untuk skema yang sedang dipakai pada periode pengusulanmu.
Ada hal yang sering luput diperhatikan ketika orang hanya mengejar angka. Dalam skema sekarang, yang lebih menentukan kenaikan jabatan bukan semata besar poinnya, melainkan syarat khusus berupa peringkat minimum jurnal tempat artikelmu terbit. Berikut gambarannya berdasarkan petunjuk teknis yang berlaku.
Selain peringkat jurnal, petunjuk teknis terbaru juga menetapkan kriteria tambahan untuk publikasi yang dipakai sebagai syarat khusus. Artikel tersebut harus merupakan hasil kolaborasi dan bukan karya penulis tunggal, bukan publikasi yang berasal dari tesis maupun disertasi milik pengusul sendiri atau milik mahasiswa bimbingannya, memiliki kebaruan, serta tidak diterbitkan oleh perguruan tinggi asal pengusul.
Kaitannya dengan template menjadi jelas di sini. Menentukan jurnal tujuan sebaiknya dimulai dari target kariermu, bukan dari kemudahan lolosnya. Setelah jurnal tujuan ditetapkan, barulah kamu mengunduh templatenya dan menyesuaikan naskah sejak awal penulisan.
Beberapa kekeliruan berikut sering membuat naskah dikembalikan editor sebelum sempat dinilai reviewer, padahal semuanya bisa dihindari.
Template jurnal Sinta bukan satu berkas tunggal yang bisa dipakai ke mana saja, melainkan dokumen yang disediakan gratis oleh masing-masing jurnal lewat situs resminya. Sejak Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 berlaku, jenjang akreditasi jurnal nasional disederhanakan menjadi peringkat 1 sampai 4, sehingga pembahasan template pun mengikuti kerangka tersebut.
Langkah paling aman tetap sama: tentukan jurnal tujuan sesuai target akademikmu, verifikasi status akreditasinya lewat portal resmi, unduh templatenya langsung dari situs jurnal tersebut, lalu tulis naskahmu di dalam template itu sejak awal.