Memahami publikasi jurnal Sinta secara menyeluruh adalah bekal paling penting sebelum Anda mengirimkan naskah ke jurnal nasional terakreditasi. Banyak naskah yang sebenarnya bagus justru gagal terbit bukan karena isinya lemah, melainkan karena penulisnya melewatkan tahapan yang sebenarnya bisa dipersiapkan sejak awal, mulai dari salah memilih level jurnal, tidak mengikuti template, sampai terlambat merespons editor.
Panduan ini merangkum seluruh alurnya untuk Anda: pengertian Sinta dan enam tingkatannya, manfaat publikasi, syarat naskah, langkah submit dari awal sampai terbit, estimasi biaya, hingga kesalahan umum yang harus dihindari.
Table of Contents
ToggleSinta (Science and Technology Index) adalah portal pengindeksan jurnal ilmiah nasional yang dikelola pemerintah melalui Kemendikbudristek. Peringkat setiap jurnal ditentukan dari hasil Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA), yang menilai kualitas manajemen editorial, substansi artikel, konsistensi terbit, sitasi, dan keterindeksan jurnal. Hasil penilaian tersebut memetakan jurnal ke dalam enam level, dari Sinta 1 sebagai peringkat tertinggi hingga Sinta 6.
Bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti, level ini bukan sekadar label. Ia menentukan besaran angka kredit (KUM) yang diperoleh, pengakuan akademik atas karya Anda, sekaligus tingkat kesulitan proses reviewnya.
Tabel berikut merangkum keenam level beserta skor akreditasi, nilai KUM untuk dosen, dan profil penulis yang paling cocok menargetkannya.
| Level | Skor ARJUNA | KUM Dosen | Paling Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Sinta 1 | 85 ke atas | 40 poin | Profesor, kandidat guru besar, peneliti senior |
| Sinta 2 | 70–84 | 25 poin | Lektor Kepala, dosen aktif riset, mahasiswa S3 |
| Sinta 3 | 60–69 | 20 poin | Dosen muda, mahasiswa S2 |
| Sinta 4 | 50–59 | 15 poin | Dosen pemula, mahasiswa S1 dan S2 |
| Sinta 5 | 40–49 | 10 poin | Penulis pemula, kebutuhan yudisium |
| Sinta 6 | 30–39 | 5 poin | Publikasi perdana |
Sebelum menentukan target, pahami juga syarat dan kriteria jurnal Sinta secara detail agar naskah tidak salah alamat sejak awal.
| Manfaat | Penjelasan |
|---|---|
| Syarat kelulusan | Banyak kampus mewajibkan publikasi di jurnal Sinta sebagai syarat yudisium S1 maupun kelulusan S2 dan S3. LOA umumnya sudah diterima sebagai bukti untuk sidang. |
| Kenaikan jabatan fungsional | Poin KUM dari artikel terakreditasi menjadi komponen utama pengajuan Asisten Ahli hingga Guru Besar. |
| Laporan BKD dan IKU | Publikasi tercatat sebagai kinerja penelitian dosen dan berkontribusi pada capaian IKU perguruan tinggi. |
| Portofolio hibah riset | Rekam jejak publikasi memperbesar peluang lolos seleksi hibah penelitian kompetitif. |
| Dampak keilmuan | Artikel terindeks nasional lebih mudah ditemukan, dibaca, dan disitasi peneliti lain. |
Apa pun level yang Anda tuju, enam syarat dasar ini hampir selalu diminta jurnal terakreditasi.
| Syarat | Ketentuan Umum |
|---|---|
| Orisinalitas | Naskah belum pernah terbit di jurnal atau prosiding mana pun dan tidak sedang direview di tempat lain |
| Similarity | Hasil cek Turnitin di bawah 20 persen, idealnya di bawah 15 persen |
| Kesesuaian scope | Topik sesuai focus and scope jurnal, penyebab penolakan terbanyak di tahap desk review |
| Template | Menggunakan template resmi jurnal tujuan sejak awal menulis |
| Struktur | Mengikuti pola IMRAD: pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan |
| Referensi | Didominasi jurnal 5 tahun terakhir dan dikelola aplikasi referensi seperti Mendeley |
| Kategori | Estimasi | Catatan |
|---|---|---|
| Jurnal bersubsidi kampus | Gratis | Umumnya antrean panjang dan proses lebih lama |
| Jurnal berbayar standar | Rp500 ribu – Rp3 juta | Bervariasi menurut level dan pengelola jurnal |
| Jalur pendampingan | Menyesuaikan layanan | Termasuk editing, formatting, dan pendampingan revisi |
Empat kesalahan ini paling sering menggagalkan naskah. Pertama, mengirim naskah yang sama ke dua jurnal sekaligus, sebuah pelanggaran etika yang bisa membuat Anda masuk daftar hitam. Kedua, memaksakan naskah ke jurnal yang scope-nya tidak sesuai sehingga langsung gugur di desk review. Ketiga, mengabaikan email editor berminggu-minggu hingga naskah dianggap ditarik. Keempat, menargetkan level yang belum realistis untuk rekam jejak Anda; publikasi pertama lebih aman dimulai dari jurnal Sinta 4 atau Sinta 5, lalu naik bertahap ke Sinta 2 setelah pengalaman terbentuk.
Terakhir, rencanakan waktu dengan longgar. Proses dari submit sampai terbit umumnya memakan 1 sampai 4 bulan tergantung level jurnal, jadi jangan memulai sebulan sebelum tenggat yudisium atau pelaporan BKD Anda. Jika waktu Anda benar-benar terbatas, jalur pendampingan profesional bisa memangkas banyak proses coba-coba.
Program pendampingan publikasi jurnal ilmiah resmi terakreditasi SINTA 1, 2, 3, dan 4. Naskah ditangani mulai dari perapian bahasa sampai terbit.
Yang Anda dapatkan:
Cocok untuk persyaratan BKD, jabfung, kepangkatan, sidang yudisium, kelulusan S1 dan S2, pendaftaran S2 dan S3, serta luaran hibah penelitian.
Berbagai rumpun ilmu diterima. Pelayanan fast respon.
Publikasi jurnal Sinta bukan proses yang mustahil selama Anda memahami alurnya dan menyiapkan naskah dengan benar. Tentukan level yang sesuai kebutuhan, ikuti delapan tahapan di atas, penuhi syarat naskahnya, dan pastikan status akreditasi jurnal selalu diverifikasi di portal resmi sebelum submit. Semakin rapi persiapan Anda, semakin singkat jalan menuju kata diterima.