Perbedaan Jurnal Nasional dan Internasional dari Berbagai Aspek

Anggapan yang paling sering ditemui adalah bahwa jurnal internasional berarti jurnal berbahasa Inggris. Anggapan ini keliru di dua arah sekaligus. Ada jurnal berbahasa Inggris yang tidak memenuhi kriteria internasional, dan bahasa Inggris sendiri hanya satu dari beberapa bahasa yang diakui.

Perbedaan antara jurnal nasional dan internasional di Indonesia bukan soal kesan, melainkan soal kriteria yang tertulis dalam aturan. Halaman ini menguraikan kriteria tersebut sekaligus cara memeriksanya sendiri sebelum kamu mengirim naskah.

Sebenarnya Ada Empat Kelas, Bukan Dua

Pembicaraan sehari-hari cenderung menyederhanakan menjadi nasional lawan internasional. Dalam praktik penilaian, klasifikasinya lebih berlapis.

Kelas Jurnal Penanda Utamanya
Jurnal nasional Terbit di Indonesia, dikelola secara profesional, memiliki dewan editor sesuai bidang, tetapi belum memperoleh akreditasi
Jurnal nasional terakreditasi Sudah melalui proses akreditasi dan memperoleh peringkat 1 sampai 4 dengan masa berlaku lima tahun
Jurnal internasional Memenuhi kriteria keinternasionalan seperti bahasa, keberagaman dewan editor, dan asal penulis lintas negara
Jurnal internasional bereputasi Memenuhi kriteria jurnal internasional, ditambah keterindeksan di basis data bereputasi beserta ambang metrik tertentu

Loncatan yang paling menentukan berada di antara dua baris terakhir. Banyak penulis mengira begitu artikelnya terbit di jurnal luar negeri maka otomatis masuk kategori bereputasi, padahal ada seperangkat kriteria yang harus dipenuhi lebih dulu.

Kriteria yang Membuat Sebuah Jurnal Disebut Internasional

Berikut kriteria yang dipakai dalam penilaian publikasi untuk keperluan karier akademik dosen. Perhatikan bahwa tidak satupun di antaranya menyebut lokasi penerbit.

1
Bahasa Pengantar Artikel
Artikel ditulis menggunakan salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol, atau Tiongkok. Ini kriteria yang paling sering dikira satu-satunya, padahal hanya salah satu dari beberapa.
2
Sebaran Negara Asal Dewan Editor
Dewan editor merupakan pakar di bidangnya dan berasal dari paling sedikit empat negara. Kriteria ini yang paling sering tidak terpenuhi oleh jurnal yang tampak internasional dari luar.
3
Sebaran Negara Asal Penulis
Dalam satu nomor terbitan, penulis berasal dari paling sedikit dua negara. Kamu bisa memeriksanya sendiri dengan membuka satu edisi terbaru dan melihat afiliasi para penulisnya.
4
Keterlacakan dan Konsistensi Dewan Editor
Dewan editor dapat ditelusuri secara daring, dan tidak ada perbedaan antara editor yang tercantum di edisi cetak dengan yang tercantum di edisi daring.
5
Kewajaran Jumlah Artikel dan Kestabilan Format
Jumlah artikel setiap penerbitan berada dalam batas wajar, dan format tampilan tiap terbitan tidak berubah-ubah. Lonjakan jumlah artikel yang mendadak termasuk hal yang diperiksa.
6
Kepemilikan Nomor Seri Standar Internasional
Jurnal memiliki ISSN yang sah dan dapat diverifikasi, bukan sekadar deretan angka yang dicantumkan di laman jurnal tanpa bisa ditelusuri.

Perhatikan bahwa keenam kriteria di atas bisa kamu periksa sendiri hanya dengan membuka laman jurnalnya. Tidak ada satupun yang membutuhkan akses berbayar atau pengetahuan khusus, hanya kesediaan meluangkan waktu sebelum memutuskan.

Pendampingan Publikasi Jurnal Sinta

Program pendampingan publikasi jurnal ilmiah resmi terakreditasi SINTA 1, 2, 3, dan 4. Naskah ditangani mulai dari perapian bahasa sampai terbit.

Yang Anda dapatkan:

  • Proofreading dan penyesuaian template jurnal
  • Cek Turnitin dan perapian daftar pustaka
  • Review sesuai standar nasional akademik
  • Korespondensi tersedia by OJS, corresponding author tetap aktif
  • LoA resmi, DOI aktif, dan link terbit
  • E-Certificate dan open access

Cocok untuk persyaratan BKD, jabfung, kepangkatan, sidang yudisium, kelulusan S1 dan S2, pendaftaran S2 dan S3, serta luaran hibah penelitian.

Berbagai rumpun ilmu diterima. Pelayanan fast respon.

Daftar Pendampingan Publikasi Sekarang

Lapisan Tambahan untuk Kategori Bereputasi

Untuk masuk kategori jurnal internasional bereputasi, seluruh kriteria di atas harus terpenuhi, ditambah keterindeksan di basis data internasional bereputasi seperti Scopus atau Web of Science, beserta ambang metrik tertentu berupa kuartil dengan nilai SJR atau Impact Factor minimum.

Ada dua hal yang perlu dicatat baik-baik di sini. Pertama, jurnal yang statusnya dibatalkan atau cakupannya dihentikan di basis data tersebut dikecualikan, sehingga status terindeks perlu diperiksa pada saat artikel terbit maupun saat dinilai. Kedua, ambang metriknya berbeda-beda tergantung jenjang jabatan akademik yang dituju.

⚠️ Soal angka ambang metrik, jangan mengambilnya dari artikel daring. Berbagai sumber yang beredar saat ini menyebutkan angka yang tidak seragam untuk jenjang yang sama. Karena selisih kecil bisa menentukan diterima atau ditolaknya usulan, bacalah langsung naskah keputusan menteri yang berlaku atau konfirmasi ke pengelola jabatan fungsional di kampusmu.
🌐 Jebakan Jurnal yang Terlihat Internasional

Ada kategori jurnal yang paling sering menjebak penulis pemula: terbitan lokal yang berbahasa Inggris, memakai nama berawalan International, dan mencantumkan beberapa nama asing di dewan editornya, namun seluruh artikel dalam satu nomor ditulis penulis dari satu negara yang sama.

Jurnal semacam ini secara tampilan memenuhi kesan internasional, tetapi tidak memenuhi kriteria keberagaman yang diatur. Kalau tujuanmu adalah memenuhi syarat administratif, artikel yang terbit di sana berisiko tidak dihitung sesuai harapanmu.

Cara memeriksanya sederhana dan cuma butuh beberapa menit: buka satu nomor terbitan terbaru, lalu lihat afiliasi seluruh penulisnya.

Cara Menentukan Kelas Sebuah Jurnal dalam Sepuluh Menit

Seluruh pemeriksaan berikut bisa dilakukan tanpa akses khusus. Urutannya disusun dari yang paling sulit dimanipulasi pengelola jurnal.

1
Buka satu nomor terbitan terbaru, bukan halaman depan jurnal
Halaman depan menampilkan apa yang ingin ditampilkan pengelola. Daftar isi satu edisi menampilkan kenyataannya, termasuk berapa artikel yang terbit dan dari mana penulisnya berasal.
2
Hitung negara asal penulis dalam edisi tersebut
Lihat afiliasi tiap penulis, bukan namanya. Kalau seluruh penulis dalam satu nomor berasal dari satu negara, kriteria keberagaman penulis belum terpenuhi.
3
Buka halaman dewan editor dan hitung negaranya
Catat institusi tiap anggota dewan editor lalu hitung ada berapa negara yang terwakili. Sekalian cocokkan beberapa nama dengan profil mereka di institusi yang dicantumkan.
4
Periksa bahasa artikel yang benar-benar terbit
Sebagian jurnal menulis panduan dalam Bahasa Inggris tetapi menerbitkan mayoritas artikel dalam bahasa lain. Yang dinilai adalah artikel yang terbit, bukan panduannya.
5
Verifikasi ISSN dan status keterindeksannya
Cocokkan nomor ISSN dengan pangkalan resmi, lalu periksa klaim keterindeksan lewat daftar sumber resmi basis data yang bersangkutan.
6
Untuk jurnal nasional, cek peringkat dan masa berlakunya
Buka portal Sinta dan perhatikan tanggal berakhirnya akreditasi, bukan hanya angka peringkatnya.

Kalau hasil pemeriksaanmu menunjukkan ketidaksesuaian, itu belum tentu berarti jurnalnya bermasalah. Bisa saja jurnal tersebut memang melayani pembaca dalam negeri dan tidak pernah mengklaim sebagai jurnal internasional. Yang bermasalah adalah ketika klaimnya tidak sesuai kenyataannya.

Untuk memahami bagaimana sistem indeksasi bekerja di balik semua klasifikasi ini, kamu bisa membaca uraian tentang indeksasi dan reputasi jurnal yang menjelaskan kerangka besarnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah jurnal terbitan Indonesia bisa masuk kategori internasional?
Bisa. Kriteria yang dipakai tidak menyebut lokasi penerbit, melainkan bahasa artikel, keberagaman dewan editor dan penulis, serta konsistensi pengelolaannya. Cukup banyak jurnal Indonesia yang memenuhi kriteria ini.
Kalau saya menulis dalam Bahasa Inggris di jurnal nasional, apakah jadi dihitung internasional?
Tidak. Kelas jurnal ditentukan oleh karakteristik jurnalnya secara keseluruhan, bukan oleh bahasa yang dipakai pada satu artikel tertentu.
Apakah jurnal internasional selalu lebih bernilai daripada jurnal nasional terakreditasi?
Tidak selalu, karena penilaiannya bergantung pada keperluan. Aturan karier akademik menyebutkan kedua jalur secara terpisah, dan pada jenjang tertentu jurnal nasional peringkat atas justru disebut sebagai salah satu pilihan yang sah.
Bagaimana kalau dewan editor jurnal tercantum berasal dari banyak negara tapi tidak bisa saya telusuri?
Keterlacakan dewan editor secara daring termasuk kriteria yang diperiksa. Nama yang tidak bisa dikonfirmasi keberadaannya adalah tanda yang perlu ditelusuri lebih jauh sebelum kamu mengirim naskah.
Apakah prosiding konferensi internasional setara dengan jurnal internasional?
Keduanya jenis luaran yang berbeda dan dinilai dengan ketentuan yang berbeda pula dalam aturan penilaian karya ilmiah. Periksa ketentuan yang berlaku untuk keperluanmu sebelum menyamakan keduanya.

Catatan Penutup

Yang membedakan jurnal nasional dan internasional bukan bahasa pengantarnya semata, melainkan seperangkat kriteria terukur yang menyangkut sebaran negara dewan editor, asal penulis dalam satu terbitan, keterlacakan pengelola, dan konsistensi penerbitan.

Kabar baiknya, hampir seluruh kriteria itu bisa kamu periksa sendiri hanya dengan membuka satu nomor terbitan terbaru dan halaman dewan editornya. Sepuluh menit yang dipakai untuk memeriksa jauh lebih murah daripada mengetahui ketidaksesuaiannya setelah artikelmu terbit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CV INTERNATIONAL JOURNAL LABS Partner yang siap melayani setiap saat untuk mensukseskan karir anda.