Pertanyaan yang paling sering diajukan soal ini biasanya berbunyi mana yang lebih bagus, Sinta atau Scopus. Pertanyaannya wajar, tapi bentuknya membuat jawabannya jadi sulit, karena keduanya bukan dua anak tangga pada tangga yang sama.
Sinta adalah sistem pemerintah Indonesia yang menampilkan hasil akreditasi jurnal nasional. Scopus adalah basis data komersial berskala global. Membandingkan keduanya secara langsung mirip membandingkan nomor pelat kendaraan dengan hasil uji emisi: dua-duanya melekat pada objek yang sama, tapi menjawab pertanyaan yang berbeda.
Table of Contents
Toggle| Aspek | Sinta | Scopus |
|---|---|---|
| Pengelola | Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi | Elsevier, perusahaan penerbitan asal Belanda |
| Sifat | Sistem pemerintah, berdasar peraturan menteri | Produk komersial, berdasar kebijakan internal perusahaan |
| Cakupan | Jurnal terbitan Indonesia | Jurnal dari berbagai negara |
| Satuan peringkat | Peringkat 1 sampai 4 | Tidak memberi peringkat sendiri; kuartil berasal dari metrik turunan |
| Cara masuk | Jurnal mengajukan akreditasi lewat ARJUNA | Jurnal diajukan lalu dinilai dewan penasihat isi |
| Masa berlaku | Lima tahun, lalu wajib akreditasi ulang | Tidak ada masa berlaku tetap, tapi ditinjau terus-menerus |
| Isi yang ditampilkan | Jurnal, profil penulis, dan data institusi | Metadata artikel dan jaringan sitasi |
Baris yang paling sering luput adalah baris masa berlaku. Peringkat akreditasi nasional punya tanggal kedaluwarsa yang tegas, yaitu lima tahun sejak ditetapkan. Status terindeks di basis data internasional tidak punya tanggal semacam itu, tapi bukan berarti lebih aman, karena peninjauannya berjalan terus dan bisa berujung penghentian kapan saja.
Kalau hanya satu hal yang ingin kamu ingat dari halaman ini, ingat yang ini. Cara sebuah jurnal memperoleh kedua status tersebut berbeda sejak akarnya.
Konsekuensi dari perbedaan ini cukup praktis. Kalau kamu ingin memverifikasi status akreditasi nasional sebuah jurnal, sumber resminya adalah portal Sinta. Kalau yang ingin kamu verifikasi adalah status internasionalnya, sumbernya adalah daftar sumber resmi milik pengelola basis data tersebut, bukan logo yang dipajang di situs jurnal.
Kekeliruan ini paling sering terjadi karena keduanya sama-sama memakai angka 1 untuk menandai yang teratas. Padahal dasar penghitungannya berbeda jauh.
Peringkat 1 pada akreditasi nasional adalah hasil penilaian terhadap pemenuhan standar mutu yang ditetapkan dalam peraturan. Penilaiannya berbasis kriteria, bukan berbasis posisi relatif terhadap jurnal lain. Secara teori, semua jurnal bisa mencapai peringkat 1 kalau semuanya memenuhi standar.
Kuartil Q1 sebaliknya bersifat relatif. Q1 berarti sebuah jurnal berada di seperempat teratas kategorinya berdasarkan metrik pengurut. Karena posisinya relatif, selalu ada jurnal di Q4 berapa pun mutu keseluruhan bidang tersebut, dan sebuah jurnal bisa berpindah kuartil hanya karena jurnal lain di kategorinya berubah.
Bayangkan nama kamu tercantum sebagai penulis di jurnal nasional terakreditasi Sinta tahun ini juga ✨
Program Pendampingan Publikasi Jurnal Sinta 1, 2, 3, dan 4 hadir untuk mewujudkannya.
Dalam 2 sampai 3 minggu, kamu sudah bisa memegang Letter of Acceptance dari jurnal terakreditasi ARJUNA. Artinya, tahun ini kamu bisa:
🎓 Menambah poin BKD dan mempercepat kenaikan Jabfung
🎓 Melengkapi syarat yudisium dan kelulusan S1 S2
🎓 Memperkuat portofolio untuk hibah riset dan IKU kampus
Dan kamu tidak berjalan sendiri. Naskahmu didampingi penuh:
| ⚡ Fast Track Proses dipercepat untuk kebutuhan LOA mendesak |
🌐 Peer Review 5 Negara Naskah ditinjau reviewer profesional lintas negara |
| 📝 Proofread dan Template Bahasa dirapikan dan format disesuaikan template jurnal |
📋 Mendeley dan Turnitin Check Sitasi dirapikan, similarity dipastikan aman |
Revisi pun cukup minor karena naskah sudah dirapikan sejak awal.
Bonus: E-Certificate dan indeksasi di EBSCO, Index Copernicus, Google Scholar, Dimensions, dan GARUDA yang membuat karyamu mudah ditemukan dan disitasi.
Semua bidang ilmu diterima. Mulai langkah publikasimu hari ini 👇
Jawabannya bergantung pada apa yang sedang kamu butuhkan, bukan pada mana yang terdengar lebih bergengsi.
Pola yang muncul dari keempat skenario di atas sama: mulailah dari dokumen persyaratan yang berlaku untukmu, baru tentukan jurnalnya. Urutan sebaliknya, yaitu memilih jurnal dulu lalu berharap memenuhi syarat, adalah sumber kekecewaan yang paling sering terjadi.
Kalau kamu ingin memahami kerangka besarnya, termasuk kenapa keterdaftaran di sebuah basis data tidak otomatis berarti bermutu, pembahasannya ada di halaman induk soal indeksasi dan reputasi jurnal ilmiah.
Sinta dan Scopus bukan dua tingkatan pada satu tangga, melainkan dua sistem berbeda yang kebetulan sama-sama melekat pada jurnal. Yang satu adalah hasil akreditasi pemerintah dengan peringkat 1 sampai 4 dan masa berlaku lima tahun. Yang satu lagi adalah keterdaftaran di basis data komersial yang darinya lahir kuartil dan berbagai metrik.
Alih-alih bertanya mana yang lebih bagus, pertanyaan yang lebih menolong adalah apa yang sedang kamu butuhkan dan jurnal mana yang memenuhinya.