Ciri-Ciri Jurnal Predator

Gambaran lama tentang jurnal predator adalah situs berantakan dengan bahasa Inggris kacau dan tawaran terbit dalam tiga hari. Gambaran itu sudah tidak sepenuhnya berlaku. Sebagian pelaku kini menampilkan situs yang rapi, memakai sistem pengelolaan naskah yang sama dengan jurnal sungguhan, bahkan mencantumkan nomor ISSN yang sah.

Karena itu, mengandalkan kesan visual sudah tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah pemeriksaan yang bisa diulang, dan untungnya seluruh pemeriksaan itu bisa dilakukan sendiri tanpa akses berbayar.

Apa yang Sebenarnya Membuat Sebuah Penerbit Disebut Predator

Inti persoalannya bukan pada besarnya biaya publikasi. Banyak jurnal yang sepenuhnya sah memungut biaya pemrosesan artikel untuk menutup ongkos operasional, dan itu praktik yang wajar selama dinyatakan terbuka.

Yang membuat sebuah penerbit disebut predator adalah ketika biaya dipungut tanpa memberikan layanan yang dijanjikan, terutama telaah sejawat yang sungguhan. Naskah diterima nyaris tanpa catatan, tidak ada penyuntingan yang berarti, dan yang benar-benar dijual adalah kecepatan terbit beserta kesan sudah dipublikasikan.

Kerangka regulasi di Indonesia menyentuh persoalan ini secara langsung. Peraturan akreditasi jurnal yang berlaku mensyaratkan jurnal diterbitkan oleh penerbit yang berintegritas dan menerbitkan artikel yang telah melalui proses telaah sejawat sebagai syarat untuk dapat diakreditasi. Dengan kata lain, ketiadaan telaah sejawat yang sungguhan bukan sekadar persoalan etika, melainkan menutup pintu akreditasi sejak awal.

Tanda dari Cara Mereka Menghubungimu

Sebagian besar penulis pertama kali bersentuhan dengan jurnal predator lewat surel. Pola berikut cukup khas.

1
Undangan Masuk Tanpa Kamu Pernah Mencari
Surel ajakan mengirim naskah yang datang tiba-tiba, sering menyapa dengan sebutan umum seperti Dear Distinguished Researcher, dan memuji satu artikelmu secara berlebihan tanpa benar-benar menyebut isinya secara spesifik.
2
Cakupan Bidang yang Terlalu Luas
Satu jurnal mengaku menerima naskah dari kedokteran, teknik, pendidikan, hukum, sampai pertanian sekaligus. Jurnal yang dikelola serius punya ruang lingkup yang jelas karena harus menyediakan mitra bestari yang sesuai bidangnya.
3
Janji Waktu Terbit yang Tidak Masuk Akal
Tawaran terbit dalam hitungan hari dengan tetap menyebut adanya telaah sejawat adalah kontradiksi. Telaah sejawat yang sungguhan membutuhkan waktu karena melibatkan orang lain yang harus membaca naskahmu.
4
Desakan agar Segera Membayar
Percakapan yang cepat berpindah ke soal pembayaran sebelum ada catatan substantif apa pun tentang naskahmu adalah tanda bahwa yang dijual adalah penerbitan, bukan penelaahan.

Perlu ditegaskan, tidak semua ajakan mengirim naskah bersifat predator. Jurnal yang sah kadang juga mengirim pengumuman panggilan naskah. Yang membedakan adalah kejelasan ruang lingkup, kewajaran janji waktu, dan apakah pembicaraan langsung mengarah ke pembayaran.

Tanda dari Situs dan Tata Kelolanya

Kalau surelnya sudah lolos saringan pertama, pemeriksaan berikutnya dilakukan pada laman jurnalnya sendiri.

1
Klaim Indeksasi yang Tidak Bisa Ditelusuri
Deretan logo basis data dipajang di beranda, tetapi tidak satupun tautannya mengarah ke halaman verifikasi. Sebagian bahkan mencantumkan nama lembaga pengindeks yang tidak dikenal atau dibuat sendiri.
2
Dewan Editor yang Tidak Dapat Dikonfirmasi
Nama-nama dicantumkan lengkap dengan institusi ternama, tetapi tidak ditemukan pada direktori resmi institusi tersebut. Praktik mencatut nama akademisi tanpa sepengetahuan mereka cukup sering terjadi.
3
Alamat dan Identitas Penerbit yang Kabur
Alamat kantor tidak jelas, tidak ada informasi badan hukum penerbit, dan kontak yang tersedia hanya berupa alamat surel gratisan atau nomor pesan instan.
4
Riwayat Terbitan yang Tidak Teratur
Ada nomor yang terbit dengan puluhan artikel sekaligus lalu diikuti kekosongan panjang, atau sebaliknya, jumlah artikel melonjak drastis tanpa penjelasan. Keteraturan terbit adalah salah satu hal yang paling sulit dipalsukan.
5
Mutu Artikel yang Sudah Terbit Rendah
Buka dua atau tiga artikel yang sudah terbit dan baca sekilas. Kesalahan tata bahasa yang beruntun, format yang berantakan antar artikel, dan daftar pustaka yang tipis menunjukkan tidak ada penyuntingan yang berarti.
Pendampingan Publikasi Jurnal Sinta 1, 2, 3, dan 4

Bayangkan nama kamu tercantum sebagai penulis di jurnal nasional terakreditasi Sinta tahun ini juga ✨

Program Pendampingan Publikasi Jurnal Sinta 1, 2, 3, dan 4 hadir untuk mewujudkannya.

Dalam 2 sampai 3 minggu, kamu sudah bisa memegang Letter of Acceptance dari jurnal terakreditasi ARJUNA. Artinya, tahun ini kamu bisa:

🎓 Menambah poin BKD dan mempercepat kenaikan Jabfung
🎓 Melengkapi syarat yudisium dan kelulusan S1 S2
🎓 Memperkuat portofolio untuk hibah riset dan IKU kampus

Dan kamu tidak berjalan sendiri. Naskahmu didampingi penuh:

Fast Track
Proses dipercepat untuk kebutuhan LOA mendesak
🌐 Peer Review 5 Negara
Naskah ditinjau reviewer profesional lintas negara
📝 Proofread dan Template
Bahasa dirapikan dan format disesuaikan template jurnal
📋 Mendeley dan Turnitin Check
Sitasi dirapikan, similarity dipastikan aman

Revisi pun cukup minor karena naskah sudah dirapikan sejak awal.

Bonus: E-Certificate dan indeksasi di EBSCO, Index Copernicus, Google Scholar, Dimensions, dan GARUDA yang membuat karyamu mudah ditemukan dan disitasi.

Semua bidang ilmu diterima. Mulai langkah publikasimu hari ini 👇

Daftar Pendampingan Publikasi Sekarang

🎭 Dua Modus yang Makin Sulit Dikenali

Situs jurnal tiruan. Pelaku membuat situs yang meniru jurnal asli yang benar-benar bereputasi, memakai nama dan nomor ISSN yang sama, lalu menampung naskah dan biaya dari penulis yang tidak curiga. Penangkalnya adalah selalu masuk ke laman jurnal lewat tautan dari portal resmi atau basis data, bukan lewat hasil pencarian.

Metrik karangan sendiri. Muncul angka bernama mirip metrik resmi, misalnya sebutan impact factor yang diterbitkan lembaga yang tidak dikenal. Impact Factor yang diakui berasal dari Clarivate lewat Journal Citation Reports, sedangkan SJR berasal dari SCImago. Di luar itu, perlakukan sebagai klaim yang belum terbukti.

Enam Pemeriksaan Sebelum Kamu Mengirim Naskah

Rangkaian berikut biasanya selesai dalam belasan menit dan urutannya disusun dari yang paling sulit dipalsukan.

1
Cari jurnalnya lewat portal resmi, bukan lewat mesin telusur
Untuk jurnal nasional, mulai dari portal Sinta. Untuk jurnal internasional, mulai dari daftar sumber resmi basis data yang diklaim. Masuk ke laman jurnal lewat tautan dari sana, sehingga kamu tidak mendarat di situs tiruan.
2
Cocokkan nomor ISSN-nya
Periksa nomornya di portal ISSN internasional dan pastikan judul yang terdaftar persis sama dengan nama jurnal yang kamu buka.
3
Uji tiga nama dari dewan editor
Cari masing-masing nama pada direktori resmi institusi yang dicantumkan. Kalau tidak satupun bisa dikonfirmasi, hentikan proses di sini.
4
Untuk jurnal akses terbuka, cek keberadaannya di DOAJ
Directory of Open Access Journals menyeleksi jurnal berdasarkan transparansi biaya, lisensi, dan proses telaah. Ketidakhadiran di sana bukan vonis, tapi kehadirannya menambah keyakinan.
5
Baca kebijakan biaya sampai tuntas
Jurnal yang dikelola baik menyatakan besaran biaya secara terbuka sejak awal, termasuk kalau memang tidak memungut biaya. Biaya yang baru muncul setelah naskah dinyatakan diterima adalah tanda yang serius.
6
Tanyakan hal teknis dan nilai jawabannya
Tanyakan berapa lama proses telaah berlangsung dan berapa mitra bestari yang menelaah tiap naskah. Pengelola yang serius menjawab dengan jelas, sementara pengelola bermasalah cenderung mengalihkan pembicaraan ke pembayaran.

Satu temuan janggal belum tentu berarti jurnalnya predator. Yang perlu kamu perhatikan adalah pola. Jurnal yang gagal pada beberapa pemeriksaan sekaligus, terutama pada keterlacakan dewan editor dan kejelasan biaya, sebaiknya ditinggalkan.

Kalau Naskahmu Terlanjur Terbit di Sana

Situasi ini lebih umum dari yang dibicarakan orang, dan yang paling merugikan justru kepanikan yang menyusul. Beberapa hal yang perlu diketahui.

Artikel yang sudah terbit umumnya tidak bisa ditarik sepihak, dan mengirim ulang naskah yang sama ke jurnal lain menimbulkan persoalan publikasi ganda yang justru lebih serius. Langkah pertama yang lebih tepat adalah membaca kebijakan penarikan artikel di jurnal tersebut dan mengajukan permintaan secara tertulis.

Untuk keperluan administratif, konsultasikan dengan pengelola jabatan fungsional atau lembaga penelitian di kampusmu sebelum artikel tersebut dimasukkan ke berkas usulan. Menyampaikan persoalannya lebih awal jauh lebih baik daripada persoalan itu ditemukan saat penilaian berlangsung.

Untuk memahami kenapa klaim keterindeksan begitu mudah dijadikan alat menipu, dan bagaimana membedakan pengindeks yang menyeleksi dari yang tidak, kamu bisa membaca pembahasan tentang indeksasi dan reputasi jurnal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah jurnal yang memungut biaya publikasi pasti predator?
Tidak. Biaya pemrosesan artikel adalah praktik yang lazim, terutama pada jurnal akses terbuka. Yang menjadi tanda bahaya adalah biaya yang tidak dinyatakan sejak awal atau baru muncul setelah naskah dinyatakan diterima.
Apakah ada daftar resmi jurnal predator yang bisa saya rujuk?
Tidak ada daftar tunggal yang bersifat resmi dan mengikat. Beberapa daftar yang beredar disusun pihak ketiga dengan metode yang berbeda-beda, sehingga lebih tepat diperlakukan sebagai bahan pembanding, bukan vonis. Pemeriksaan mandiri tetap diperlukan.
Bagaimana kalau jurnalnya punya ISSN, apakah itu jaminan?
Bukan jaminan. ISSN adalah nomor identitas terbitan berkala dan tidak menyatakan apa pun tentang mutu pengelolaan atau adanya telaah sejawat. Nomor ini perlu diverifikasi, tapi keberadaannya saja tidak cukup.
Kenapa ada jurnal yang dulu baik-baik saja lalu berubah jadi bermasalah?
Pergantian kepemilikan atau pengelola bisa mengubah praktik sebuah jurnal secara drastis. Karena itu pemeriksaan sebaiknya dilakukan menjelang pengiriman naskah, bukan berdasarkan reputasi yang kamu dengar beberapa tahun lalu.
Apakah reviewer yang memberi catatan sangat sedikit berarti jurnalnya predator?
Belum tentu, karena naskah yang memang sudah matang bisa saja hanya memerlukan revisi kecil. Yang mencurigakan adalah penerimaan tanpa catatan sama sekali dalam waktu yang sangat singkat, apalagi kalau naskahmu belum sempat dibaca siapa pun.

Penutup

Jurnal predator hari ini tidak selalu terlihat murahan, sehingga penilaian berdasarkan kesan sudah tidak dapat diandalkan. Yang membedakan bukan tampilan situsnya, melainkan ada tidaknya telaah sejawat yang sungguhan dan keterbukaan soal biaya.

Biasakan satu hal sederhana: selalu masuk ke laman jurnal lewat tautan dari portal resmi, dan luangkan belasan menit untuk memeriksa sebelum mengirim. Waktu sebanyak itu jauh lebih murah dibanding memperbaiki akibatnya di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CV INTERNATIONAL JOURNAL LABS Partner yang siap melayani setiap saat untuk mensukseskan karir anda.