Kesalahan format sitasi adalah salah satu penyebab revisi paling sering diminta editor saat menulis artikel jurnal ilmiah. Cara menulis daftar pustaka dengan Mendeley atau Zotero bisa sangat mengurangi risiko ini, karena keduanya mengotomatiskan format sitasi sesuai gaya yang diminta jurnal tujuan.
Table of Contents
Toggle| Aspek | Mendeley | Zotero |
|---|---|---|
| Basis | Dimiliki Elsevier, terintegrasi dengan Scopus | Open source, dikembangkan komunitas akademik |
| Kemudahan impor | Sangat baik untuk PDF dan database besar | Sangat baik untuk halaman web dan berbagai format sumber |
| Kolaborasi tim | Fitur grup cukup lengkap | Fitur grup juga tersedia, gratis tanpa batas untuk anggota terbatas |
Keduanya sama-sama gratis untuk penggunaan dasar, jadi pilihan sering kembali ke preferensi antarmuka dan kebiasaan penggunaan masing-masing penulis. Kalau kamu sudah terbiasa mencari artikel lewat Scopus atau ScienceDirect, integrasi Mendeley biasanya terasa lebih mulus. Kalau sumber bacaanmu lebih beragam, termasuk halaman web dan dokumen non-jurnal, fleksibilitas Zotero dalam menangkap metadata dari berbagai jenis sumber sering lebih unggul.
Empat langkah berikut berlaku untuk hampir semua reference manager, meski nama menu dan tampilannya bisa sedikit berbeda antara Mendeley dan Zotero.
Kebiasaan baik yang perlu dibangun sejak awal adalah mengimpor referensi segera setelah kamu membaca sebuah sumber, bukan menunda sampai naskah hampir selesai. Ini mencegah kamu lupa mencatat sumber penting yang sebenarnya sudah memengaruhi arah tulisanmu, dan menghindari kerja dua kali di akhir proses penulisan.
Bayangkan nama kamu tercantum sebagai penulis di jurnal nasional terakreditasi Sinta tahun ini juga â¨
Program Pendampingan Publikasi Jurnal Sinta 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 hadir untuk mewujudkannya.
Dalam 2 sampai 3 minggu, kamu sudah bisa memegang Letter of Acceptance dari jurnal terakreditasi ARJUNA. Artinya, tahun ini kamu bisa:
đ Menambah poin BKD dan mempercepat kenaikan Jabfung
đ Melengkapi syarat yudisium dan kelulusan S1 S2
đ Memperkuat portofolio untuk hibah riset dan IKU kampus
Dan kamu tidak berjalan sendiri. Naskahmu didampingi penuh:
| ⥠Fast Track Proses dipercepat untuk kebutuhan LOA mendesak |
đ Peer Review 5 Negara Naskah ditinjau reviewer profesional lintas negara |
| đ Proofread & Template Bahasa dirapikan dan format disesuaikan template jurnal |
đ Mendeley & Turnitin Check Sitasi dirapikan, similarity dipastikan aman |
Revisi pun cukup minor karena naskah sudah dirapikan sejak awal.
Bonus: E-Certificate dan indeksasi di EBSCO, Index Copernicus, Google Scholar, Dimensions, dan GARUDA yang membuat karyamu mudah ditemukan dan disitasi.
Semua bidang ilmu diterima. Mulai langkah publikasimu hari ini đ
Selain memilih aplikasi yang tepat, memahami gaya sitasi yang berlaku di bidangmu juga sama pentingnya, karena reference manager hanya alat, sementara keputusan gaya sitasi tetap mengikuti ketentuan jurnal tujuan.
| Gaya Sitasi | Umum Dipakai di Bidang |
|---|---|
| APA | Ilmu sosial, pendidikan, psikologi |
| IEEE | Teknik, ilmu komputer |
| Vancouver | Kesehatan, kedokteran |
âšī¸ Setiap jurnal punya preferensi masing-masing. Selalu cek author guidelines sebelum menyesuaikan pengaturan reference manager-mu.
Kalau kamu mengerjakan penelitian yang berlangsung lama, seperti skripsi, tesis, atau disertasi, koleksi referensimu bisa membengkak sampai ratusan entri. Gunakan folder atau tag untuk mengelompokkan referensi berdasarkan tema atau bab, bukan membiarkan semuanya menumpuk dalam satu daftar besar tanpa struktur.
Duplikasi entri juga sering terjadi kalau kamu mengimpor sumber yang sama dari platform berbeda, misalnya sekali dari Google Scholar dan sekali dari halaman jurnal aslinya. Sebagian besar reference manager punya fitur “merge duplicates” untuk membersihkan ini secara otomatis, dan sebaiknya kamu jalankan secara berkala, bukan hanya sekali di akhir sebelum submit.
Kalau kamu sudah menyusun ratusan referensi di satu aplikasi, berpindah ke aplikasi lain di tengah proses biasanya lebih merepotkan dibanding manfaatnya, karena berisiko duplikasi atau kehilangan metadata saat proses ekspor-impor. Lebih baik konsisten dengan satu aplikasi sejak awal proyek penelitian, dan baru mempertimbangkan aplikasi lain untuk proyek berikutnya kalau memang ada kebutuhan spesifik yang tidak terpenuhi.
Kalau perpindahan memang tidak terhindarkan, misalnya karena kolaborator tim memakai aplikasi berbeda, gunakan format ekspor standar seperti BibTeX atau RIS yang didukung hampir semua reference manager, lalu periksa ulang seluruh entri setelah proses impor selesai untuk memastikan tidak ada metadata yang hilang atau berubah.
Kesalahan yang sering terjadi: mengubah gaya sitasi di tengah proses menulis tanpa memperbarui seluruh dokumen, mencantumkan referensi di daftar pustaka yang sebenarnya tidak dikutip di dalam naskah, dan tidak memeriksa ulang metadata otomatis yang kadang salah, terutama untuk sumber berbahasa non-Inggris.
Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah lupa memperbarui daftar pustaka setelah menghapus atau menambahkan kutipan di tahap revisi akhir. Selalu regenerasi bibliography setelah revisi besar, jangan mengandalkan daftar pustaka versi lama yang mungkin sudah tidak sinkron dengan sitasi terbaru di dalam naskah.
Menggunakan reference manager seperti Mendeley atau Zotero bisa sangat mengurangi kesalahan format sitasi yang sering memicu revisi. Pilih aplikasi yang paling nyaman untukmu, sesuaikan gaya sitasi dengan ketentuan jurnal tujuan, jaga kerapian koleksi referensi dari awal proyek, dan tetap periksa ulang hasil otomatisnya sebelum submit.