Kalau kamu baru pertama kali diminta mengirim naskah lewat “OJS”, wajar bertanya-tanya: sebenarnya apa itu OJS (Open Journal Systems) dan kenapa hampir semua jurnal ilmiah di Indonesia memakainya? Artikel ini menjelaskan pengertian, cara kerja, dan alasan platform ini jadi tulang punggung penerbitan jurnal, supaya kamu tidak lagi merasa asing saat berhadapan dengannya.
Table of Contents
ToggleOJS atau Open Journal Systems adalah perangkat lunak open source untuk mengelola dan menerbitkan jurnal ilmiah secara online, dikembangkan oleh Public Knowledge Project (PKP). Karena sifatnya gratis dan terbuka, OJS bisa dipasang oleh siapa saja, dari jurnal universitas kecil sampai penerbit besar, dan inilah salah satu alasan utama adopsinya sangat luas termasuk di Indonesia.
OJS menangani hampir seluruh siklus hidup sebuah artikel: penerimaan naskah dari penulis, penugasan editor dan reviewer, proses peer review, komunikasi revisi, copyediting, sampai penerbitan edisi dan pengarsipan artikel. Semua berlangsung dalam satu sistem sehingga jejak setiap tahap terdokumentasi rapi, sesuatu yang penting untuk transparansi dan akreditasi jurnal.
| Peran | Fungsi Utama |
|---|---|
| Author | Mengirim naskah, mengunggah revisi, dan memantau status submission |
| Editor | Menyaring naskah masuk, menugaskan reviewer, dan mengambil keputusan editorial |
| Reviewer | Menilai kualitas naskah dan memberikan rekomendasi kepada editor |
| Copyeditor | Merapikan bahasa dan format naskah yang sudah diterima |
| Layout Editor | Menyiapkan galley (PDF/HTML) artikel untuk diterbitkan |
Sebagai penulis, kamu hanya akan berinteraksi langsung dengan sebagian kecil sistem ini, terutama dashboard submission dan panel diskusi dengan editor. Sisanya berjalan di belakang layar.
Ada beberapa alasan yang saling menguatkan. Pertama, gratis dan open source, cocok untuk jurnal kampus dengan anggaran terbatas. Kedua, proses editorial yang terdokumentasi di OJS memudahkan jurnal memenuhi syarat akreditasi ARJUNA, karena asesor bisa menelusuri jejak review setiap artikel. Ketiga, OJS terintegrasi baik dengan ekosistem indeksasi seperti Garuda, Google Scholar, DOAJ, dan Crossref untuk penerbitan DOI, sehingga artikel yang terbit lebih mudah ditemukan dan disitasi.
Sebagian jurnal masih menjalankan OJS versi 2 dengan tampilan klasik, sementara mayoritas sudah bermigrasi ke versi 3 yang antarmukanya lebih modern. Bagi penulis, perbedaan paling terasa ada di alur submission: versi 3 memakai lima tahap terpandu dengan dashboard yang lebih jelas, sedangkan versi 2 tampilannya lebih sederhana tapi kadang membingungkan pengguna baru. Prinsip kerjanya sama, jadi begitu paham satu versi, versi lainnya mudah diikuti. Satu tips kecil: kalau tampilan website jurnal tujuanmu terasa berbeda dari tangkapan layar panduan yang kamu baca, kemungkinan besar itu hanya soal beda versi atau tema tampilan, bukan sistem yang berbeda sama sekali.
Beberapa istilah yang akan sering kamu temui: submission adalah naskah yang kamu kirim beserta seluruh berkasnya; section adalah rubrik jurnal tempat naskahmu dikelompokkan, misalnya Articles atau Review Article; round menandai putaran review, jadi “Review Round 2” berarti naskahmu masuk putaran penilaian kedua setelah revisi; sedangkan galley adalah berkas final artikel (biasanya PDF) yang siap terbit. Memahami istilah-istilah ini membuatmu tidak salah membaca status naskah di dashboard, misalnya panik melihat “Round 2” padahal itu bagian normal dari proses revisi.
Memahami konsep OJS adalah separuh perjalanan; separuh lainnya adalah praktik langsung mengirim naskah pertamamu. Langkah demi langkahnya, dari registrasi akun sampai memantau status naskah, sudah dibahas lengkap di cara submit artikel ke OJS, dan kamu bisa mengikutinya sambil membuka dashboard jurnal tujuanmu.
OJS adalah platform open source yang menjadi standar de facto pengelolaan jurnal ilmiah, menangani alur dari submission sampai penerbitan dalam satu sistem yang terdokumentasi. Bagi kamu sebagai penulis, memahami peran dan alurnya akan membuat proses pengiriman naskah terasa jauh lebih mudah dan terprediksi, karena kamu tahu persis di tahap mana naskahmu berada dan apa yang terjadi di baliknya.