Sebelum submit naskah, penting memahami syarat publikasi jurnal Scopus secara menyeluruh, karena banyak naskah tertolak bukan karena kualitas risetnya buruk, tapi karena tidak memenuhi syarat administratif dan teknis yang sebenarnya bisa dipersiapkan sejak awal. Artikel ini merangkum syarat-syarat yang paling sering diminta jurnal Scopus, sekaligus yang sering luput dari perhatian penulis pemula.
Table of Contents
ToggleNaskah harus berupa karya asli yang belum pernah dipublikasikan di media manapun, termasuk di prosiding konferensi atau repository institusi dalam bentuk yang identik. Sebagian jurnal punya kebijakan lebih longgar soal preprint, tapi ini harus dicek satu per satu di kebijakan masing-masing jurnal.
Ini syarat yang paling sering diabaikan penulis. Naskah harus benar-benar sejalan dengan topik yang dinyatakan jurnal dalam halaman focus and scope resminya, bukan sekadar berada di rumpun ilmu yang sama secara umum.
Hampir semua jurnal Scopus menjalankan pengecekan similarity, biasanya lewat Turnitin atau iThenticate, dengan ambang batas yang bervariasi, umumnya di bawah 15-20 persen tergantung kebijakan masing-masing jurnal. Similarity yang tinggi bisa membuat naskah ditolak langsung di tahap desk review.
Naskah harus mengikuti template resmi jurnal, mencakup struktur bagian, format sitasi, batas jumlah kata, dan gaya penulisan tabel maupun gambar. Beberapa jurnal juga punya syarat khusus soal jumlah referensi minimal atau proporsi referensi dari jurnal terindeks Scopus lainnya.
Mayoritas jurnal Scopus mensyaratkan naskah berbahasa Inggris dengan kualitas akademik yang baik. Sebagian jurnal bahkan mensyaratkan sertifikat proofreading dari layanan bahasa profesional sebelum naskah diterima untuk direview.
Pendampingan penyiapan naskah untuk jurnal internasional terindeks Scopus, mulai dari perapian bahasa Inggris akademik sampai proses submit melalui OJS.
Cocok untuk kebutuhan:
Yang kamu dapatkan:
Untuk riset yang melibatkan subjek manusia, hewan, atau data sensitif, hampir semua jurnal mensyaratkan bukti persetujuan etik dari komite institusi. Dokumen ini idealnya disiapkan sejak awal penelitian, bukan setelah naskah selesai ditulis.
Jurnal biasanya meminta pernyataan eksplisit soal ada tidaknya konflik kepentingan penulis terhadap topik atau pendanaan penelitian. Ini bagian standar yang sering terlewat karena dianggap formalitas, padahal wajib dicantumkan.
Semakin banyak jurnal Scopus mensyaratkan pernyataan soal ketersediaan data penelitian, apakah data mentahnya bisa diakses publik, tersedia atas permintaan, atau memang dibatasi karena alasan privasi maupun etik.
Untuk naskah dengan lebih dari satu penulis, sebagian jurnal meminta rincian kontribusi masing-masing penulis (authorship contribution statement) sesuai standar seperti CRediT taxonomy.
Ada juga syarat yang kadang tak terduga, seperti kewajiban mencantumkan ORCID ID setiap penulis, atau ketentuan bahwa semua penulis harus memberikan persetujuan tertulis sebelum naskah disubmit. Semakin ketat jurnalnya, biasanya semakin lengkap pula dokumen administratif yang diminta di luar naskah utama.
Meski sama-sama terindeks Scopus, syarat detail antar jurnal bisa berbeda cukup signifikan. Ada jurnal yang mensyaratkan minimal jumlah referensi dari lima tahun terakhir, ada yang mewajibkan proporsi tertentu referensi dari jurnal Scopus lain, dan ada yang punya kebijakan khusus soal jumlah maksimal penulis per naskah. Jangan berasumsi syarat di satu jurnal otomatis berlaku sama persis di jurnal lain meski levelnya serupa atau bahkan berasal dari penerbit yang sama.
Buat checklist dari author guidelines resmi jurnal tujuan dan periksa satu per satu sebelum submit. Jangan mengandalkan ingatan atau asumsi dari pengalaman submit ke jurnal lain, karena setiap jurnal punya kebijakan yang bisa berbeda meski sama-sama terindeks Scopus. Untuk memahami bagaimana syarat-syarat ini berkaitan dengan keseluruhan proses publikasi, kamu bisa membaca informasi lengkap tentang publikasi jurnal Scopus.
Kalau kamu bekerja dalam tim penulis, sebaiknya tunjuk satu orang sebagai koordinator yang bertanggung jawab memastikan semua syarat administratif terpenuhi sebelum submission, supaya tidak ada dokumen penting yang tertinggal atau terlambat disiapkan menjelang tenggat.
Memenuhi syarat publikasi jurnal Scopus bukan sekadar soal kualitas riset, tapi juga ketelitian administratif yang sering luput dari perhatian. Siapkan checklist syarat sejak awal penelitian, bukan menjelang submit, supaya prosesmu berjalan lebih lancar dan naskahmu tidak tertahan hanya karena kelengkapan dokumen. Ketelitian di tahap ini akan menghemat banyak waktu dan energi di kemudian hari.