Anggapan bahwa semua jurnal Scopus gratis tanpa APC itu langka justru kurang tepat. Banyak jurnal terindeks Scopus yang tidak memungut biaya sama sekali dari penulis, hanya saja informasinya kurang tersebar luas dibanding jurnal open access berbayar yang lebih gencar promosi. Artikel ini membahas kenapa jurnal semacam ini ada, bagaimana model bisnisnya, dan cara menemukannya.
Table of Contents
ToggleAPC atau Article Processing Charge adalah biaya yang dibebankan kepada penulis (atau institusinya) untuk menutup biaya produksi, editorial, dan hosting jurnal open access. Tapi tidak semua jurnal open access butuh APC dari penulis, karena sebagian dibiayai lewat model lain.
Model ini sepenuhnya gratis, baik untuk penulis maupun pembaca. Biaya operasionalnya biasanya ditanggung institusi akademik, pemerintah, atau asosiasi profesi yang menganggap publikasi ilmiah sebagai bagian dari layanan publik, bukan model bisnis komersial.
Banyak universitas atau asosiasi keilmuan menerbitkan jurnal mereka sendiri dengan subsidi dari anggaran institusi. Jurnal semacam ini sering tidak memungut APC karena tujuan utamanya adalah menyebarkan hasil riset komunitas akademiknya, bukan mencari profit.
Jurnal model lama yang mengandalkan pendapatan dari langganan institusi atau perpustakaan, bukan dari penulis. Artikel di jurnal ini biasanya tidak open access secara langsung, tapi penulis tidak dikenai biaya apapun untuk publikasi.
Pendampingan penyiapan naskah untuk jurnal internasional terindeks Scopus, mulai dari perapian bahasa Inggris akademik sampai proses submit melalui OJS.
Cocok untuk kebutuhan:
Yang kamu dapatkan:
Idealnya, cek kebijakan APC jurnal sebelum kamu mulai menulis naskah sesuai template mereka, bukan setelah naskah selesai dan siap submit. Kalau ternyata jurnal tersebut memungut biaya di luar jangkauan anggaranmu, kamu masih punya waktu untuk mencari alternatif lain tanpa harus mengulang proses penyesuaian format dari awal.
Periksa halaman “Author Fees” atau “Publication Fees” di website resmi jurnal, biasanya tercantum jelas di bagian About atau Author Guidelines. Kamu juga bisa memanfaatkan filter di Directory of Open Access Journals (DOAJ) yang menyediakan opsi pencarian khusus jurnal tanpa biaya pemrosesan artikel. Untuk memastikan status indeksasi Scopus-nya, lakukan verifikasi tambahan lewat cara cek jurnal terindeks Scopus sebelum submit.
Tidak selalu. Beberapa jurnal Scopus dengan quartile tinggi justru tidak memungut APC karena dibiayai penuh oleh institusi besar atau pemerintah. Yang membedakan kualitas jurnal bukan ada tidaknya APC, melainkan standar peer review, reputasi editorial, dan konsistensi terbitnya.
Justru sebaliknya, beberapa jurnal predator sengaja memasang APC tinggi untuk memberi kesan “eksklusif” dan bereputasi, padahal proses reviewnya nyaris tidak ada. Jangan menyamakan besaran biaya dengan kualitas jurnal, karena keduanya adalah dua hal yang sama sekali berbeda dan perlu dievaluasi secara terpisah.
Selain jurnal yang memang gratis sejak awal, beberapa jurnal berbayar menyediakan skema waiver atau diskon APC untuk penulis dari negara berkembang, atau untuk penelitian yang didanai lembaga tertentu yang punya kerja sama dengan penerbit. Skema ini biasanya harus diajukan secara terpisah lewat formulir permohonan, dan tidak semua jurnal mempublikasikan opsi ini secara terbuka di halamannya, sehingga ada baiknya kamu menghubungi editorial office secara langsung lewat email resmi untuk menanyakan kemungkinan ini sebelum submit.
Waspadai jurnal yang mengklaim gratis tapi kemudian meminta “biaya administrasi” mendadak setelah naskah diterima, atau jurnal yang gratis tapi ternyata tidak benar-benar terindeks Scopus. Selalu verifikasi status indeksasi terlebih dulu sebelum menganggap penawaran “gratis” itu sah. Untuk gambaran lebih luas soal biaya publikasi secara umum, kamu bisa kembali ke proses publikasi di jurnal Scopus.
Perlu diingat juga bahwa gratis dari sisi APC tidak selalu berarti gratis sepenuhnya. Beberapa jurnal masih membebankan biaya tambahan untuk hal-hal seperti layanan proofreading opsional, cetak fisik, atau color printing untuk gambar berwarna. Baca detail kebijakan biaya secara menyeluruh, bukan hanya melihat ada tidaknya label “no APC” di halaman depan jurnal.
Jurnal Scopus tanpa APC memang ada dan tersebar di berbagai model penerbitan, dari diamond open access sampai jurnal milik institusi. Kuncinya adalah meluangkan waktu riset lebih dalam soal kebijakan biaya tiap jurnal, bukan hanya mengandalkan jurnal open access berbayar yang lebih sering muncul di permukaan pencarian. Kesabaran mencari di tahap ini akan terbayar dengan pilihan jurnal yang lebih sesuai anggaranmu, tanpa harus mengorbankan kredibilitas maupun kualitas publikasi yang kamu targetkan.