Memahami cara submit artikel ke OJS adalah keterampilan wajib bagi siapa pun yang ingin menerbitkan naskah di jurnal ilmiah, karena mayoritas jurnal nasional terakreditasi Sinta maupun banyak jurnal internasional menggunakan platform ini sebagai pintu masuk naskah. Panduan ini membahas alurnya langkah demi langkah, dari persiapan dokumen sampai memantau status naskah setelah terkirim, supaya kamu tidak bingung saat pertama kali berhadapan dengan sistemnya.
Table of Contents
ToggleOJS (Open Journal Systems) adalah platform pengelolaan jurnal yang menangani seluruh alur editorial secara online, dari submission, review, sampai publikasi. Kalau kamu belum familiar sama sekali dengan sistem ini, ada baiknya membaca dulu apa itu OJS dan cara kerjanya supaya langkah-langkah di bawah terasa lebih masuk akal.
Kesalahan terbesar penulis pemula adalah langsung membuka halaman submission sebelum dokumennya siap. Ada tiga hal yang sebaiknya beres dulu: pertama, pastikan jurnal tujuanmu memang cocok dengan naskah, panduannya ada di cara memilih jurnal yang tepat. Kedua, naskah sudah diformat sesuai template resmi jurnal, yang bisa kamu temukan lewat cara mencari template jurnal. Ketiga, siapkan dokumen pendukung yang biasanya diminta: surat pernyataan orisinalitas, data diri semua penulis, dan kadang hasil cek similarity.
Kunjungi website jurnal, cari menu Register atau Daftar. Isi data diri dengan lengkap dan benar, terutama nama (sesuai yang ingin tercantum di artikel), afiliasi institusi, dan email aktif. Pastikan mencentang peran sebagai “Author” saat registrasi, karena tanpa peran ini menu submission tidak akan muncul di dashboard-mu.
Setelah login, masuk ke dashboard dan klik “New Submission”. Di OJS versi 3, tombol ini biasanya ada di pojok kanan atas halaman Submissions. Sistem akan memandu kamu melalui lima tahap yang berurutan.
Pilih section yang sesuai (biasanya “Articles”), pilih bahasa naskah, lalu baca dan centang semua checklist persyaratan submission. Checklist ini bukan formalitas; editor bisa mengembalikan naskah yang ternyata tidak memenuhi poin yang sudah kamu centang sendiri.
Unggah file naskah utama dalam format yang diminta, umumnya Word (.doc/.docx) agar mudah diedit saat proses review. Beri label komponen file dengan benar, misalnya “Article Text” untuk naskah utama. Kalau jurnal mensyaratkan blind review, pastikan identitas penulis sudah dihapus dari file naskah maupun properti dokumennya.
Salin judul dan abstrak persis seperti di naskah, lalu tambahkan semua penulis beserta afiliasi dan urutannya. Bagian ini sering diremehkan padahal metadata inilah yang nanti muncul di halaman publikasi dan terindeks mesin pencari, jadi periksa ejaan nama dan afiliasi dengan teliti. Jangan lupa isi kata kunci sesuai naskah.
Sebelum menekan “Finish Submission”, tinjau sekali lagi seluruh isian dan file yang terunggah. Setelah dikonfirmasi, naskah resmi masuk antrean editor dan kamu akan menerima email notifikasi bahwa submission berhasil.
Status naskah bisa kamu pantau lewat dashboard OJS. Alur umumnya: Submission (menunggu penugasan editor), Review (sedang ditinjau reviewer), Copyediting (naskah diterima dan sedang dirapikan), lalu Production (persiapan terbit). Kalau hasil review meminta revisi, unggah file revisimu lewat panel diskusi di tahap Review, jangan membuat submission baru. Cara menyusun tanggapan revisi yang baik dibahas tuntas di cara merespons komentar reviewer, dan begitu naskah dinyatakan diterima, kamu berhak meminta bukti resmi penerimaan yang dijelaskan di cara mendapatkan LOA jurnal.
Beberapa kesalahan yang paling sering terjadi: mendaftar tanpa mencentang peran Author sehingga bingung mencari menu submission, mengunggah file PDF padahal jurnal meminta Word, metadata penulis tidak lengkap atau urutannya salah (dan mengubahnya belakangan butuh persetujuan editor), serta salah memilih section sehingga naskah tertahan lebih lama di meja editor. Ada juga yang mengirim naskah yang sama ke dua jurnal sekaligus, ini pelanggaran etika yang bisa membuat naskah ditolak permanen di keduanya. Supaya peluang naskahmu lolos lebih besar sejak awal, pelajari juga tips artikel jurnal cepat diterima.
Submit artikel ke OJS sebenarnya proses yang runtut dan bisa dipelajari sekali jalan: siapkan dokumen, daftar sebagai Author, ikuti lima tahap submission, lalu pantau status lewat dashboard. Yang membedakan penulis lancar dan yang tersendat biasanya bukan sistemnya, melainkan kesiapan dokumen dan ketelitian mengisi metadata sejak awal.