Dari semua bagian artikel jurnal ilmiah, cara menulis pendahuluan jurnal sering dianggap paling sulit. Ini karena pendahuluan bukan cuma soal menyampaikan latar belakang, tapi juga meyakinkan pembaca bahwa penelitianmu layak diperhatikan dalam beberapa paragraf pertama saja. Polanya dikenal sebagai “corong terbalik”: bergerak dari konteks umum ke masalah yang semakin spesifik.
Table of Contents
ToggleSemakin ke bawah, semakin spesifik. Kesalahan paling umum adalah berlama-lama di tahap pertama (konteks umum) dan buru-buru di tahap terakhir (tujuan penelitian), padahal seharusnya sebaliknya: konteks umum cukup singkat, tujuan penelitian dinyatakan tegas dan jelas.
Program pendampingan publikasi jurnal ilmiah resmi terakreditasi SINTA 1, 2, 3, dan 4. Naskah ditangani mulai dari perapian bahasa sampai terbit.
Yang Anda dapatkan:
Cocok untuk persyaratan BKD, jabfung, kepangkatan, sidang yudisium, kelulusan S1 dan S2, pendaftaran S2 dan S3, serta luaran hibah penelitian.
Berbagai rumpun ilmu diterima. Pelayanan fast respon.
Banyak penulis pemula mencampuradukkan kedua bagian ini. Berikut perbedaan mendasarnya:
| Aspek | Pendahuluan | Tinjauan Pustaka |
|---|---|---|
| Fokus | Konteks masalah dan tujuan penelitian | Sintesis kritis penelitian terdahulu |
| Panjang relatif | Lebih ringkas | Bisa jauh lebih panjang dan mendalam |
| Posisi | Selalu di awal naskah | Kadang melebur di Introduction, kadang berdiri sendiri |
Pendahuluan yang kamu tulis di awal jarang jadi versi final. Setelah hasil dan pembahasan selesai, kembali baca pendahuluanmu, karena temuan akhir kadang mengungkap sudut pandang baru yang membuat framing awal terasa kurang pas. Merevisi pendahuluan di tahap akhir, bukan cuma di awal, adalah kebiasaan yang membedakan naskah yang terasa runtut dengan naskah yang terasa seperti dua bagian berbeda yang dijahit paksa.
Pendahuluan yang kuat dibangun dari konteks yang relevan, celah penelitian yang jelas, dan rumusan masalah yang spesifik. Gunakan pola corong terbalik sebagai kerangka kerja, lalu revisi kembali setelah naskahmu selesai secara utuh agar framingnya tetap konsisten dengan temuan akhir.