Menguasai cara menulis abstrak jurnal yang efektif bisa jadi pembeda antara naskahmu dibaca lebih lanjut atau langsung dilewatkan reviewer, dan jadi bagian penting saat menulis artikel jurnal ilmiah secara keseluruhan. Abstrak adalah representasi mini dari keseluruhan artikelmu, dan meski posisinya di awal, cara terbaik menulisnya justru di akhir setelah naskah utuh selesai.
Table of Contents
Toggle| Aspek | Yang Perlu Dipastikan |
|---|---|
| Panjang | Sesuai batas kata yang diminta jurnal, umumnya 150-250 kata |
| Kata kunci | Mencerminkan istilah yang benar-benar dipakai dalam naskah, bukan istilah generik |
| Konsistensi | Sama persis dengan isi naskah, tidak menyebutkan temuan yang tidak dibahas di Results |
| Singkatan | Dihindari kecuali benar-benar umum, atau dijelaskan definisinya sekali di awal |
| Kata kerja | Gunakan kalimat aktif dan kata kerja tegas, hindari kalimat pasif berlebihan |
Sebagian jurnal, terutama di bidang kesehatan dan kedokteran, meminta abstrak terstruktur dengan sub-judul eksplisit seperti Background, Methods, Results, dan Conclusion. Bidang lain lebih umum memakai abstrak naratif satu paragraf tanpa sub-judul, tapi tetap mengikuti urutan logis yang sama. Format mana yang dipakai murni ditentukan ketentuan jurnal tujuan, bukan preferensi pribadi penulis, jadi selalu cek author guidelines sebelum memutuskan.
Abstrak yang baik adalah cerminan padat dari keseluruhan naskahmu, bukan sekadar ringkasan generik. Tulis di tahap akhir, pastikan konsisten dengan isi naskah, dan fokuskan pada temuan konkret yang membuat pembaca tertarik membaca lebih lanjut.