Naskah dengan riset kuat pun bisa langsung ditolak kalau similarity-nya terlalu tinggi, meski seluruh tahapan lain dalam proses menulis artikel jurnal ilmiah sudah dilakukan dengan baik. Cara cek dan menurunkan plagiarisme lewat alat seperti Turnitin adalah tahap yang tidak boleh dilewatkan sebelum kamu submit naskah ke jurnal manapun.
Table of Contents
Toggleℹ️ Turnitin sendiri tidak menetapkan satu angka “lulus” universal — similarity index mengukur kemiripan teks, bukan vonis plagiarisme. Kutipan yang dikutip dan disitasi dengan benar tetap terhitung sebagai kemiripan meski sah secara akademik.
Sumber: konvensi umum yang banyak dipakai penerbit jurnal dan kampus (rentang bervariasi, selalu cek kebijakan institusi/jurnal tujuanmu)
Skor similarity yang tinggi tidak selalu berarti plagiarisme murni. Kadang penyebabnya adalah kutipan yang formatnya terdeteksi mirip, istilah teknis baku yang memang umum dipakai di bidang tersebut, atau daftar pustaka yang ikut terhitung similarity meski itu bagian yang sah. Karena itu, penting membaca laporan similarity secara detail, bukan hanya melihat angka persentase totalnya.
Laporan similarity biasanya menandai bagian teks yang terdeteksi mirip dengan warna berbeda dan menyertakan sumber yang terdeteksi kemiripannya. Periksa satu per satu bagian yang ditandai untuk menilai apakah itu memang perlu diperbaiki, atau sekadar kemiripan wajar seperti istilah teknis dan nama metode penelitian yang memang umum dipakai banyak orang di bidang yang sama.
Kalau setelah membaca laporan similarity kamu menemukan bagian yang memang perlu diperbaiki, empat langkah berikut membantu menurunkan skor tanpa mengorbankan kualitas argumen naskahmu.
Selain Turnitin yang paling umum dipakai institusi akademik, ada juga iThenticate yang sering dipakai penerbit jurnal internasional, serta beberapa alat gratis dengan kemampuan lebih terbatas. Kalau kampusmu tidak menyediakan akses Turnitin, tanyakan ke perpustakaan atau LPPM karena banyak institusi punya langganan yang bisa diakses mahasiswa dan dosen.
Perbedaan utama antar alat biasanya ada di cakupan database pembandingnya. iThenticate misalnya lebih berfokus pada database jurnal dan publikasi ilmiah dibanding Turnitin yang juga mencakup database tugas mahasiswa, sehingga hasil skor keduanya untuk naskah yang sama bisa sedikit berbeda. Kalau jurnal tujuanmu punya alat khusus yang mereka pakai untuk screening, cek dulu apakah kamu punya akses ke alat yang sama sebelum submit.
Kesalahan yang sering terjadi: menyalin definisi atau teori dari sumber tanpa parafrase sama sekali, terlalu banyak mengutip langsung alih-alih menyintesis dengan bahasa sendiri, dan tidak menyadari bahwa metode penelitian yang mirip dengan studi serupa juga bisa memicu similarity tinggi meski bukan plagiarisme sesungguhnya.
Kesalahan lain yang cukup sering luput dari perhatian adalah menyalin bagian dari proposal penelitianmu sendiri ke naskah akhir tanpa modifikasi, padahal keduanya kadang dianggap dokumen terpisah oleh sistem deteksi similarity. Periksa juga bagian metode dan instrumen penelitian, karena deskripsi teknis yang mengikuti template baku sering menghasilkan similarity lebih tinggi dari bagian lain meski isinya sah.
Mengecek similarity bukan sekadar formalitas, tapi langkah penting menjaga integritas dan peluang naskahmu diterima. Pahami laporan similarity secara detail, perbaiki lewat parafrase dan sitasi yang tepat, dan lakukan pengecekan mandiri jauh sebelum tenggat submission.